Ucapan Ahli Ikhlas dan ucapan ang dibuat-buat

 

Ucapan yang ikhlas vs Ucapan yang dibuat-buat.


كلام أهل الخلاص نور وبركة وإن كان غير فصيح، كلام أهل التكلف ظلمة ووحشة وإن كان فصيحا


"Perkataan orang-orang yang ikhlas mengandung cahaya dan keberkahan, meskipun tidak fasih. Sedangkan perkataan orang-orang yang dibuat-buat (penuh kepura-puraan) mengandung kegelapan dan kesunyian hati, meskipun fasih."


Ungkapan ini mengajarkan bahwa nilai sebuah ucapan tidak hanya terletak pada keindahan bahasa, tetapi lebih pada keikhlasan hati orang yang mengucapkannya.


Orang yang berbicara karena Allah, dengan hati yang bersih dan niat yang tulus, biasanya ucapannya:


•Mudah diterima hati.  

•Menenangkan jiwa.

•Memberikan manfaat dan petunjuk.

•Membekas meskipun kata-katanya sederhana.


Karena itu, sering kita temui seorang ulama atau orang saleh berbicara dengan bahasa yang sangat sederhana, tetapi nasihatnya mampu mengubah hidup seseorang.


Walaupun ia tidak pandai berpidato, tidak mahir merangkai kata-kata indah, bahkan mungkin bahasanya sederhana, tetap ada pengaruh positif dalam ucapannya karena lahir dari kejujuran dan ketulusan.


Takalluf (التكلف) adalah sikap memaksa diri untuk terlihat hebat, alim, atau saleh di hadapan manusia.


Ucapan seperti ini mungkin:


Terlihat indah.

Penuh retorika.

Memukau telinga.


Namun sering kali tidak menyentuh hati karena kehilangan ruh keikhlasan.


Fasih dan pandai berbicara adalah nikmat yang baik. Akan tetapi, jika tidak disertai keikhlasan, kefasihan itu hanya memukau telinga, bukan menerangi hati.


Para ulama tasawuf sering mengatakan:


"Apa yang keluar dari hati akan masuk ke hati, dan apa yang hanya keluar dari lisan tidak akan melewati telinga."


Jangan terlalu sibuk memperindah ucapan hingga melupakan keikhlasan. Sebab kalimat sederhana yang lahir dari hati yang ikhlas sering kali lebih berpengaruh daripada pidato panjang yang dibuat-buat.

Posting Komentar untuk "Ucapan Ahli Ikhlas dan ucapan ang dibuat-buat "